Oleh: Departemen Keilmuan IBEC FEB UI 2025
The Future of Islamic Finance: Integrity, Innovations & Inclusion
Dalam rangka memperkuat literasi dan pengetahuan mahasiswa di bidang ekonomi dan keuangan Islam, Islamic Business and Economics Community (IBEC) FEB UI menyelenggarakan kegiatan Mentoring Ekonomi Syariah x Databoks Goes to Campus dengan tema “The Future of Islamic Finance: Integrity, Innovations & Inclusion”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, pukul 08.00 sampai 11.00 WIB bertempat di Auditorium Soeria Atmadja, FEB Universitas Indonesia, dan terbuka untuk publik.
Berbeda dengan penyelenggaraan Mentoring Ekonomi Syariah pada tahun-tahun sebelumnya, MES 2025 menjadi seminar bertaraf internasional dengan hadirnya pembicara dari luar negeri, yakni Dr. Murat Yas, Assistant Professor dari Marmara University, Turkiye. Selain itu, Muhammad Adnan Hasan, PhD, CPIF. dari Islamic Development Bank Group hadir sebagai Keynote Speaker, disertai narasumber nasional terkemuka lainnya, yaitu Dr. Yaser Taufik Syamlan, ME., CIFP., RIFA. dari Universitas Tazkia dan Dr. Ivan Triyogo Priambodo dari Katadata Indonesia.
Sesi diawali dengan presentasi dari Dr. Ivan Triyogo Priambodo yang memaparkan potret pertumbuhan keuangan syariah Indonesia. Berdasarkan data terbaru OJK dan BPS, total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp 2.972,94 triliun per Juni 2025, mencakup berbagai sektor seperti perbankan syariah, lembaga keuangan non-bank syariah, serta instrumen keuangan syariah. Kapitalisasi saham syariah mencapai Rp 7.578,21 triliun, menunjukkan betapa kuatnya posisi instrumen syariah dalam pasar modal Indonesia. Pada tingkat akar rumput, simpanan BPR/BPRS tercatat sekitar Rp 174 triliun dengan pertumbuhan tahunan sekitar 4,4 persen, meski jumlah lembaga cenderung menurun akibat konsolidasi industri. Ekosistem ekonomi syariah di sektor riil juga semakin berkembang, terutama dalam industri pariwisata dan hospitality, di mana provinsi seperti Aceh, Lampung, dan Sumatera Barat menempati porsi tertinggi untuk usaha akomodasi bersertifikasi syariah. Dalam penutupannya, Dr. Ivan menegaskan bahwa keuangan syariah bukan lagi alternatif moral, melainkan mesin strategis bagi daya saing ekonomi Indonesia”.
Selanjutnya, Muhammad Adnan Hasan, PhD, CPIF. memberikan keynote speech yang menekankan bahwa generasi muda tidak hadir hanya untuk mengikuti sistem yang telah ada, tetapi untuk menciptakan, mentransformasi, dan memberikan dampak nyata dalam pengembangan industri keuangan syariah. Beliau mengingatkan bahwa keuangan Islam tidak berhenti pada larangan riba semata, tetapi pada upaya membangun sistem keuangan yang memuliakan manusia dengan berlandaskan keadilan, kesederhanaan, dan empati. Pak Adnan mengajak mahasiswa untuk memandang teknologi seperti fintech, blockchain, dan berbagai model pembiayaan baru bukan sebagai ancaman, melainkan wadah kreatif untuk menghadirkan solusi. Sebagai penutup, beliau menekankan bahwa para peserta bukan hanya “mahasiswa ekonomi syariah”, melainkan guardian of ethical finance identity yang memikul amanah untuk menjadikan keuangan Islam sebagai solusi nyata bagi masyarakat.
Pembicara pertama, Dr. Murat Yaş, memaparkan materi bertajuk “Theory of Islamic Financial Innovation: From Waqf to Cash Waqf Linked Financial Products”. Beliau menjelaskan bahwa inovasi keuangan Islam memiliki sejarah panjang dan bersifat evolusioner, mulai dari praktik wakaf tunai di Kesultanan Ottoman hingga melahirkan berbagai produk modern di Asia Tenggara. Melalui pendekatan studi kasus, Dr. Murat menunjukkan bagaimana skema Cash Waqf Linked Microfinance, Cash Waqf Linked Banking, dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) di Indonesia serta program MyWakaf di Malaysia menjadi bukti konkret bahwa instrumen sosial seperti wakaf dapat terintegrasi dengan industri keuangan modern. Produk-produk ini tidak hanya menawarkan imbal hasil finansial, tetapi juga imbal hasil sosial dan spiritual, sehingga mendorong lahirnya inovasi yang lebih berorientasi pada kemaslahatan. Beliau juga mengaitkan temuan tersebut dengan berbagai teori inovasi keuangan, seperti evolutionary theory, life-cycle theory, economic theory, dan institutional theory. Menurutnya, ekosistem yang kuat dan kombinasi motif profit dan non-profit (spiritual dan sosial) di Indonesia dan Malaysia membuat kawasan ini menjadi salah satu pusat perkembangan inovasi keuangan syariah global.
Pembicara kedua, Dr. Yaser Taufik Syamlan berbagi hasil riset doktoralnya dalam materi bertajuk “From Compliance to Competitive Edge: Sharia as the Powerhouse of Innovation and Drive the Performance of Islamic Financial Institution in Indonesia”. Beliau mengawali pemaparan dengan menjelaskan ironi di lapangan, yaitu jumlah lembaga keuangan syariah di Indonesia jauh melampaui ketersediaan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Di sisi lain, masih banyak pihak yang menganggap prinsip syariah sebagai “kendala” bagi inovasi. Berangkat dari berbagai literatur dan temuan empiris, Dr. Yaser menemukan bahwa syariah compliance bukan penghambat, melainkan parameter inovasi. Beliau menegaskan bahwa syariah compliance berperan sebagai pendorong peningkatan kapasitas dan inovasi, dan bukan rintangan seperti yang kerap disalahpahami. Beliau menutup sesi dengan mengajak mahasiswa untuk memperbaiki mindset, alih-alih memandang syariah sebagai batasan, generasi muda harus melihatnya sebagai sumber daya strategis yang membedakan lembaga keuangan syariah dari lembaga konvensional. “Sharia compliance is proven to act as a powerhouse of collaboration, capability upscaling, and innovation. It is not an obstacle,” simpulnya.
Melalui kegiatan Mentoring Ekonomi Syariah x Databoks Goes to Campus ini, IBEC FEB UI menegaskan komitmennya dalam memfasilitasi pengembangan pengetahuan, literasi data, inovasi, dan pemahaman mahasiswa terhadap dinamika akademik maupun industri keuangan Islam. Kegiatan yang memadukan perspektif nilai, data, dan praktik industri ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa dalam melihat peluang karir dan riset, memperkuat kemampuan analitis dan inovatif mereka dalam bidang keuangan syariah, serta menumbuhkan generasi yang siap menghadirkan keuangan Islam sebagai solusi nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia dan dunia.